Masyarakat ASEAN

 

AMF-for-WEBSITE

UCLG ASPAC dan Kota Makassar, Indonesia, menyelenggarakan ASEAN Mayor Forum 2015 pada bulan September 2015 dan membahas Deklarasi Makassar dalam Masyarakat ASEAN.

Pemerintah daerah berperan penting di ASEAN, secara khusus dalam membangun Masyarakat ASEAN yang lebih kuat dan menjamin implementasi strategi di bawah tiga pilar Masyarakat ASEAN –the ASEAN Political-Security Community, Economic Community and Socio-Cultural Community.

Ketika peringatan ulang tahun ASEAN ke-30 pada 1997, saat para Pemimpin Pemerintah mengadopsi ASEAN Vision 2020,menyetujui bahwa ” a shared vision of ASEAN as a concert of Southeast Asian nations, outward looking, living in peace, stability and prosperity, bonded together in partnership in dynamic development and in a community of caring societies.”

Selama ASEAN Summit ke-9 pada tahun 2003, memulai sebuah tujuan utama untuk mengubah organisasi tersebut menjadi Masyarakat ASEAN. Kelompok ini, seperti yang telah tercantum dalam dokumen Bali Concord II, terdiri dari tiga pilar, yaitu: Political-Security Community, Economic Community, dan Socio-cultural Community. Pada awalnya Masyarakat ASEAN diharapkan untuk dimulai pada tahun 2020. Saat pegelaran ASEAN Summit ke-12 yang diselenggarakan di Cebu pada tahun 2007, integrasinya dipercepat menjadi tahun 2015. Salah satu alasannya untuk memperkuat pemusatan serta menjamin bahwa ASEAN ditetapkan sebagai penggerak dalam rancangan arsitekur perkembangan berkelanjutan.

PERAN UCLG ASPAC

Dalam mengadvokasi bagi Masyarakat ASEAN 2015, UCLG ASPAC mengadakan riset untuk mengarahkan dan menunjukkan relevansi antar pemerintahan daerah dalam memenuhi misi Komunitas tersebut. Merujuk pada Roadmap sebagai dasar bayangan pembentukan, sebagai contoh yang telah diidentifikasi dalam pengertian umum selayaknya relasinya terhadap tiga pilar milik Komunitas. Berdasarkan analisa UCLG ASPAC terhadap jumlah ketepatan Masyarakat ASEAN, kami mengidentifikasi beberapa hal penting yang dapat melihat kontribusi pemerintah daerah terbesar bagi prestasi mereka. Poin-poin penting ini mendukung gagasan serta realisasi pencapaian Komunitas secara keseluruhan. Sebelumnya, para pemerintah daerah memiliki jumlah peran umum dalam membangun Masyarakat ASEAN.

Dalam premis tersebut, UCLG ASPAC serta Kota Makassar mengorganisir 2015 ASEAN Mayors Forum di ibukota provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 8-9 September 2015. Forum tersebut mengumpulkan sekitar 500 partisipan, yang mewakili seluruh pemerintah daerah beserta asosiasinya, organisasi setempat dan internasional, beserta pula aktor-aktor setempat di Asia Tenggara. Dengan tema ‘Adaptive and Intelligence Cities for an Integrated Borderless Prosperous Region’, AMF 2015 telah berhasil menghubungkan semangat kesatuan wilayah serta kerja sama melalui penandatanganan di atas batu marmer dengan semangat “Untuk masyarakat, dari masyarakat, dengan masyarakat”

Forum yang membahas Deklarasi Makassar menunjukkan bahwa, “Pemerintah daerah berperan penting di ASEAN, khususnya dalam membangun Masyarakat ASEAN yang lebih kuat dan menjamin implementasi strategis di bawah tiga pilar Masyarakat ASEAN, yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015.”

Deklarasi tersebut mengakui bahwa visi pemerintah daerah meliputi empat elemen penting:

  1. Dukungan Masyarakat
  2. Pencapaian Terpadu dan Inklusif
  3. Responsif dan Masa depan
  4. Pelestarian Warisan

Sementara, Deklarasi tersebut menetapkan komitmen pemerintah daerah:

  1. Peningkatan kepedulian dan mendidik masyarakat tentang ASEAN beserta membangun Universitas ASEAN.
  2. Mengadakan pertemuan tahunan walikota ASEAN sebelum KTT ASEAN dan menciptakan Organisasi Walikota ASEAN.
  3. Membangun atau merumuskan sebuah platform, seperti DELGOSEA sebagai promosi berbagi pengalaman dan pelatihan yang baik/pintar, termasuk prospek replikasi, perluasan pengetahuan, pengembangan keahlian dan kapasitas.
  4. Penyelidikan perencanaan keuangan, yang dapat diakses oleh pemerintahan daerah.