Zero Waste

 

Dhaka Training

Mewujudkan pengelolaan limbah rendah emisi karbon, UCLG ASPAC beserta UN ESCAP memulai sebuah proyek pengelolaan limbah padat pada tahun 2014.

BEBAS limbah bukan hanya sekedar slogan, namun penerapannya di beberapa kota menjamin bebas limbah di seluruh lahan serta TPA. Pada tahun 2014 UCLG ASPAC mulai mengembangkan sebuah program ‘Zero Waste is Possible in Our Place’ atau ‘Mencapai Lahan Bebas Limbah’ yang mempromosikan strategi pembebasan sampah bagi pemerintah daerah.

Kabupaten Wakatobi di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia telah bekerja sama dengan tim Sekretariat untuk mempromosikan pulau bebas sampah. Program ini merupakan poin awal dalam pembangunan “Pulau Bebas Emisi Karbon” sebagai sebuah contoh bagi banyak pulau berkarakter mirip lain di Indonesia. Program Masyarakat Rendah Karbon merupakan sebuah usaha gabungan antar pemangku kepentingan, termasuk masyarakat itu sendiri untuk mengurangi emisi gas buang karbon melalui berbagai pendekatan. Seluruh pendekatan tersebut meliputi pemanfaatan energi terbarukan sebagai bahan bakar ramah lingkungan bagi sistem transportasi masal, perindustrian, serta pengelolaan limbah dalam berbagai cara. Sebagai bagian dari proyek tersebut, Dinas Kebersihan Wakatobi membangun empat sistem biogas di pasar utama, juga proyek tersebut akan diimplementasikan dalam dua tahap. Pertama, proses konstruksi yang akan dikerjakan oleh pihak konsultan eksternal yang telah direkomendasikan oleh Kabupaten Malang, lalu untuk tahap kedua akan diselesaikan oleh warga setempat yang dilatih saat proses konstruksi pertama berlangsung.

Sementara itu, dalam mengelola limbah padat dengan karbon rendah, UCLG ASPAC dan UN-ESCAP memulai sebuah proyek pengelolaan limbah padat pada tahun 2014. Proyek Pengelolaan Limbah Padat bertujuan mengurangi jumlah limbah serta mengatur penggunaannya kembali sebagai sumber energi baru. Salah satu fokusnya adalah untuk mempromosikan Integrated Resource Recovery Centers (IRRC) atau Pusat Pengelolaan Limbah Terpadu. IRRC merupakan sebuah fasilitas yang dapat mengolah atau memproses minim biaya dengan dekatnya jarak sumber pembangkit di daerah desentralisasi.

Proyek tersebut bertujuan mengubah limbah organik milik pemerintahan kota menjadi biogas menggunakan pengoahan anaerob atau tanpa oksigen. UCLG ASPAC serta UN-ESCAP, bekerja sama dengan Pemerhati Limbah Bangladesh, menyelenggarakan workshop `atau lokakarya pada bulan November 2014 di Jakarta. Lokakarya tersebut bertujuan untuk menggalakkan Pemda dalam pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan biaya. Acara yang dihadiri oleh 19 Kota dan Kabupaten di Indonesia tersebut memberikan kesempatan bagi para pemerintah daerah untuk menampilkan keterkarikan mereka berpartisipasi menjadi kota tuan rumah bagi Percontohan Pro-poor Solid Waste Management. Training lain digelar di Dhaka, Bangladesh, pada bulan Desember 2015. Acara tersebut mempertemukan para perwakilan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Jambi. Training tersebut memberikan kesempatan bagi para partisipan untuk menganalisa keuntungan melalui pendekatan IRRC, serta meningkatkan paham akan tantangan-tantangan, kesempatan dan tren dalam proyek mengubah limbah menjadi energi di negara-negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

UCLG ASPAC dan UNESCAP telah melaksanakan survei awal serta penulusuran fakta di empat lokasi terpilih untuk memilih satu kota sebagai tuan rumah proyek percontohan pengelolaan limbah padat. Beberapa lokasi tersebut adalah Kota Malang, Kabupaten Malang, Jambi, dan Probolinggo. Tahap pertama survei dasar dilaksanakan pada minggu pertama bulan Februari 2015. Pada awal bulan Maret 2015, UCLG ASPAC dan UN-ESCAP menelusuri fakta di empat wilayah terpilih untuk mengumpulkan draf laporan awal. Misi tersebut bertujuan untuk meninjau lokasi-lokasi terpilih bagi Proyek Percontohan serta untuk menentukan lokasi terpilih akhir berdasarkan analisis teknis yang diberikan oleh konsultan.