Ruang Publik

 

Penggunaan game Minecraft dalam merancang ruang publik yang melibatkan sejumlah kelompok masyarakat di Surabaya, Indonesia.

SEJAK tahun 2009, lebih dari setengah jumlah populasi kota di dunia dan jumlah penghuni perkotaan diperkirakan akan bertama dua kali lipat dalam beberapa decade ke depan. Beberapa kota yang memperbaiki hidup para warga kota mereka berpengalaman dalam meningkatkan kesejahteraan warganya; mereka pun lebih unggul dalam mengelola proyek berkelanjutan. Salah satu cara untuk memperolehnya adalah dengan membenahi penggunaan ruang publik.

Perhatian pada ruang publik semakin meningkat. Tahun 2011, pada Governing Council of UN-Habitat ke-23, Salah satu anggota mengamanatkan UN-Habitat untuk menggabungkan lembaga kerja di ruang publik, untuk mengembangkan dan mempromosikan tata ruang publik, koordinasi, menyebarkan pengetahuan dan secara langsung mmbantu kota-kota dalam memprakarsai ruang publik [1]

Di Indonesia, UCLG ASPAC bekerja sama dengan UN-Habitat menggalakkan usaha pembangunan serta perbaikan ruang publik. Surabaya, sebagai kota terpadat kedua di Indonesia, terpilih menjadi kota pelopor dalam mengimplementasikan proyek ruang publik. Surabaya sangat mementingkan pengelolaan lingkungan dan telah berhasil mengubah wajahnya dari kota kotor dan kering menjadi kota yang bersih dan hijau. Selain itu, Surabaya juga akan menjadi tuan rumah bagi Preparatory Committee (PrepCom) ke-3 Konferensi Habitat III. UCLG ASPAC akan berkolabirasi dengan pemerintah kota Surabaya dalam mengerjakan dan membenahi ruang ublik sebagai bagian dari proyek UN-Habitat.

Akses terhadap ruang publik bukan hanya dapat memperbaiki kualitas hidup, namun juga merupakan akses pertama untuk pemberdayaan kota juga merupakan akses terhadap ruang politik dan institusional.[2] Salah satu ciri khusus kerja sama UCLG ASPAC dan Pemkot Surabaya terhadap proyek perbaikan ruang publik adalah keterlibatan golongan muda serta masyarakat dalam perancangan, pengimplementasian, dan pengawasan. Beberapa kelompok terpilih akan terlibat juga sebagai bagian dari hasil akhir proyek yang di masa depan akan menempatkan mereka juga sebagai penggunanya.

Ciri khas lain dari proyek tersebut adalah pemanfaatan aplikasi peranti lunak pada tahap perancangan. Pada era globalisasi dan revolusi teknologi, penggunaan game untuk melibatkan masyarakat dalam proyek pembangunan ruang publik pada tahap awal akan lebih menarik bagi anak muda dan masyarakat.

Di Surabaya kami akan menggunakan game Minecraft untuk merancang ruang publik bersama dengan beberapa kelompok masyarakat terpilih. Para pejabat pemerintah kota juga akan dilibatkan pada fase awal untuk menjamin pendekatan keseluruhan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dan regulasi serta perencanaan ruang dan kota.

Sementara itu, UCLG ASPAC, LCP, UN-Habitat dan Housing and Urban Development Coordinating Council menggelar Konferensi Ruang Publik dan Kemitraan dalam New Urban Agenda. Konferensi tersebut mempertemukan  LCP National Vice-Chairman dan Walikota Balanga Joet Garcia, Walikota Seberang Perai Maimunah Mohd Sharif, perencana kota, and perwakilan Housing and Urban Development Coordinating Council (HUDCC) menandatangani Deklarasi Philippine Cities Network on Public Space di Hotel Jen, Kota Pasay pada tanggal 28Februari 2015. Deklarasi tersebut mengemukakan komitmen teguh  dan jelas para walikota serta berbagai mitra mengenai pembangunan ruang public yang aman, hijau, inklusif, mudah dijangkau dan saling berkaitan. UCLG ASPAC akan memfasailitasi pertukaran antar kota serta pemerintah daerah Filipina dan dengan beberapa negara lain yang mempromosikan ruang publik dan untuk menghubungkan mereka dengan Komite UCLG pada Urban Strategic Planning Committee.

[1] UN Habitat Resolution 23/4 Sustainable Urban Development through Access to Public Spaces
[2] UN Habitat, Global Public Space toolkit