Adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana

 

DISASTER RISK

Lokakarya Mengenai Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Resiko Bencana
di Kawasan Asia-Pasifik

MEMBANGUN ketahanan serta adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan hal krusial bagi beberapa kota, khususnya yang terletak di kawasan Asia Pasifik. Kawasan tersebut merupakan kawasan utama yang berpotensi terkena segala jenis bencana alam yang sering terjadi serta mendominasi dampak bencana di seluruh dunia. Dalam satu dekade terakhir, wilayah tersebut terdampak 1.625 bencana –dilihat lebih dari 40 persen total global –dan setengah juta penduduk telah tewas. Wilayah tersebut telah merusak substansial ekonomi lebih dari setengah triliun Dollar pada periode yang sama, jika dihitung dari 40% jumlah global. Sayangnya, perencanaan dan pengembangan perkotaan dan pemerintahan daerahnya telah memandang kerugian tersebut sebagai konsekuensi dari bencana alam, pada pusat bencana.

Berdasarkan alasan tersebut, UCLG ASPAC dan CiFAL Jeju atau Jeju International Training Center secara teratur menggelar workshop mengenai Climate Change Adaptation and Disaster Risk Management atau Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Resiko Bencana di kawasan Asia Pasifik beserta tim terbaik UNISDR untuk membicarakan kampanye Making Cities Resilient dan kesediaan alat bagi pemerintah daerah. Sendai Framework for Disaster Risk Reduction turut terlibat dalam training ini dan mengukuhkan penempatan di kawasan Asia Pasifik.

Lihat laporannya di sini.
Kunjungi CIFAL Jeju online.