Sustainable Development Goals (SDGs)

 

12819272_10154007052872152_1086542546505762874_o

UCLG ASPAC dan European Commission’s Policy Forum on Development yang dibentuk pada
Maret 2016 sebagai bagian dari kajian implementasi SDG.

AGENDA SDG tahun 2030 merupakan awal mula perhelatan bagi pemerintahan provinsi dan daerah di seluruh dunia. Bersamaan dengan jalan menuju keberlangsungan perkotaan di dunia –seperti yang telah ditetapkan oleh Sekertaris Jendral PBB Ban Ki-Moon, wilayah ibukota serta pemerintahan daerah akan menjadi pusat pengambilan keputusan, maka perlu didukung. Faktanya, sekitar 60% dari 169 target menurut SDG hanya dapat diraih melalui keterlibatan pemangku kepentingan setempat.

Hal tersebut berawal dari pemikiran bahwa semua SDG berasal dari SDG setempat – mulai dari mengentaskan kemiskinan untuk merevitalisasi kemitraan global bagi pengembangan berkelanjutan, jaringan UCLG memiliki tugas penting untuk membatasi beberapa tujuan ini, memastikan bahwa mereka dimengerti dan dilibatkan terhadap kegiatan oleh institusi setempat dan regional. Mengenal hal ini, UCLG dunia tampilmembawa Agenda Ajar yang menawarkan sebuah ruang untuk menguji ide-ide baru serta metodologi dan lingkungan pembelajaran serta beberapa komunitas pelatihan dalam menyasar ketertarikan khusus anggota-anggota kami.

Peran UCLG ASPAC

UCLG ASPAC turut serta dengan gugus tugas global untuk mengadvokasi peran pemerintahan setempat pada agenda SDG Pasca 2015. Sebagai bagian dari jaringan UCLG, UCLG ASPAC telah melibatkan banyak SDG dalam Rencana Strategisnya, bertekad untuk mendukung semua pemerintah daerah serta regional dalam memperoleh kapasitas-kapasitas penting serta sumber untuk menjalankan banyak SDG secara ekfektif. Bersama dengan UCLG dunia, ILO serta Federasi Pemimpin Pemerintah Daerah, UCLG ASPAC mengatur sebuah lokakarya Negombo, Sri Lanka, mulai tanggal 9 sampai dengan 12 Desember 2015 untuk memulai penunjukkan SDG pada level setempat, dengan fokus yang spesifik pada SDG8 sekitar Local Economic Development (LED) / Pengembangan Ekonomi Setempat (PES). Pertemuan tersebut mempertemukan anggota-anggota dari kawasan Asia Barat Daya, para mitra serta ahli dari Belanda, Filipina, Spanyol, dan Afrika Selatan.

Lalu pada bulan Maret 2016, UCLG ASPAC dan European Comission’s Policy Forum Development atau Forum Pengembangan Hukum Eropa menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang komitmen implementasi SDG di Indonesia, bersama membawa beberapa orang penting serta pejabat setempat Indonesia dan para CSO. FGD merupakan sebuah awal pembelajaran untuk mengidentifikasi beberapa kanal dalam memperbaiki partisipasi atas otoritas setempat seta CSO dalam implementasi SDG. Kajian tersebut berupa bagian dari kajian global yang melibatkan empat negara lain, yaitu: Peru, Bostwana, Lebanon, dan Belanda.