Latar Belakang


United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) adalah bagian regional terbesar dari UCLG, merupakan gabungan dari International Union of Local Authorities (IULA), United Towns Organization (UTO), dan World Association of the Major Metropolises (METROPOLIS). UCLG didirikan pada 1 Januari 2004 dan berkantor pusat di Barcelona, Spanyol. Setelah penyatuan tersebut, UCLG ASPAC didirikan di Taipei pada tanggal 14 April 2004 sebagai entitas baru IULA ASPAC.

UCLG ASPAC adalah pusat manajemen pengetahuan utama tentang isu pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik. UCLG ASPAC berupaya mempromosikan pemerintahan daerah yang demokratis; mendukung kerja sama antarkota, pemerintah daerah, dan asosiasi pemerintah daerah; serta memfasilitasi program, jaringan dan kemitraan untuk mengembangkan kapasitas pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah. Selain itu, UCLG ASPAC mewakili pemerintah daerah secara politis dalam komunitas internasional, khususnya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badannya. UCLG ASPAC juga mempromosikan masyarakat inklusif yang menjunjung kesetaraan, keadilan sosial dan ekonomi, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. UCLG ASPAC terlibat dalam semua bidang tematik yang relevan untuk memelihara pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari pembangunan ekonomi lokal, perubahan iklim, ketahanan bencana, budaya, perencanaan strategis, desentralisasi, keuangan kota, kesetaraan gender, kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

LOCALISE SDGs, sebuah program yang secara finansial didukung oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bekerja sama dengan APEKSI, bertujuan untuk memberdayakan pemerintah daerah (Local Authorities atau LAs) dan asosiasi pemerintah daerah (Associations of Local Authorities atau ALAs) di Indonesia untuk meningkatkan tata kelola dan kebijakan pembangunan yang efektif serta untuk mempromosikan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan melalui pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). LOCALISE SDGs menargetkan 30 daerah (16 provinsi dan 14 kota) dan 5 asosiasi pemda[1] (APEKSI, APKASI, APPSI, ADEKSI, dan ADKASI). Informasi lebih lanjut tentang LOCALISE SDGs tersedia di: https://localisesdgs-indonesia.org/.

Coronavirus Disease (COVID-19) telah mengalihkan fokus pemerintah daerah untuk merespons, memulihkan, dan mencegah pandemi. Dari Juli hingga Desember 2020, LOCALISE SDGs memfokuskan kegiatannya untuk meningkatkan kesadaran terkait hubungan TPB dan COVID-19, pencapaian TPB di masa Adaptasi Kebiasaan Baru yang mempertimbangkan tantangan dan respons terhadap pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menangani COVID-19 dan dampaknya serta “membangun kembali dengan lebih baik.”

LOCALISE SDGs mencari penyedia/vendor merchandise profesional yang menawarkan berbagai macam produk, antara lain totebag, notebook, USB drive, dan tumbler. Merchandise ini dibuat dengan tagline/pesan kunci LOCALISE SDGs dengan mencantumkan logo Uni Eropa, UCLG ASPAC, APEKSI, dan LOCALISE SDGs, serta asosiasi pemerintah daerah lainnya yang terlibat. Merchandise ini akan didistribusikan ke target pemda dan asosiasi pemda LOCALISE SDGs di seluruh Indonesia sebagai media untuk membagikan hasil, pembelajaran, kampanye TPB, dan pencapaian LOCALISE SDGs.

[1] Di Indonesia, UCLG ASPAC memiliki 5 (lima) ALAs sebagai anggotanya, yakni: (i) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI); (ii) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI); (iii) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI); (iv) Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI); and (v) Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).

Untuk informasi lebih detil, harap klik artikel berikut

 

Comments